Terpecut oleh ucapan sahabat aku kemarin malam saat kami
menghabiskan senja di depan rumah, ga biasanya dia ngomongin hal ini
katanya “tahu gak sist, cinta itu butuh pembuktian sist agar terlihat
kesungguhan kita, dan terbalas cinta kita” jika cinta kepada manusia
saja butuh pembuktian baru bisa dianggap cinta apalagi cinta kepada
ALLAH, Iya aku tersadar bahwa aku sering sekali mengatakan bahwa aku
mencintai ALLAH, jangan jangan aku memang hanya pandai berucap gak mampu
membuktikan :)
Ketika ini masih sering terulang dimana shalat dhuha aku cuma dua
rakaat itupun dengan terburu buru karena ada kerjaan, ketika
qiyamullail hanya dua rakaat inipun dengan kepala hampir jatuh
tertidur karena ngantuk, shalat lima waktu? selalu diujung waktu,
nyaris abis tuh waktu, dhuhur mepet ashar, ashar mepet magrib, magrib
mepet isya dan isya jelang subuh, subuh ketiduran :) udah gitu milih
ayatnya yang pendek- pendek saja agar cepet selesai. gak pake doalah
karena ALLAH tahu apa yang aku inginkan [parah], lipat sajadah dan
kabur ngejar dunia :)
Minggu, 18 November 2012
Senin, 29 Oktober 2012
Karena Hal Ini Kau Terpilih (Calon Istri)
Wanita memang identik dengan keindahan.
Dari ujung rambut sampai kaki, semua menyimpan pesona. Namun mengapa
sekarang ini banyak fenomena, dimana wanita banyak yang belum menemukan
jodohnya?. Padahal mereka tidak cacat dalam raga, mereka juga banyak
yang memiliki harta. Selain itu, mereka juga berpendidikan dan berstatus
sosial tinggi.
Ketika akan menikah, seorang laki- laki
memanglah pasti memiliki syarat bagi calon pendamping hidupnya. Dan
ternyata, hal dunia tidak selalu menjadi prioritas mereka yang utama mereka dalam memilih wanita. Untuk menikah, tak hanya melulu soal
kecantikan, dan keindahan raga. Akhlak yang baik, ilmu yang mumpuni
serta kecerdasan adalah salah satu dari banyak hal lain yang mutlak
diperlukan untuk pemenuhan syarat menikah. Shalihah adalah keharusan
Minggu, 28 Oktober 2012
Siapakah Yang Harus Dipilih (Calon Suami)??
Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia dewasa. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.
Kamis, 27 September 2012
When I Meet Mr. Right
Pacaran bertahun-tahun tidak akan menjamin bahwa dia
adalah pria yang tepat untuk kita. Ada pasangan yang hanya butuh waktu 6
bulan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi ada juga yang
perlu waktu bertahun-tahun untuk sampai ke pernikahan. Itu pun ada juga yang
akhirnya bubaran.
Pada saat jatuh cinta (biasanya dalam 6 bulan pertama pacaran) logika seperti lumpuh, segala sesuatu terlihat indah, bahkan berbagai kekurangan pasangan malah terlihat lucu dan menggemaskan. Setelah masa itu selesai, cinta yang ada mulai bisa diajak bicara dengan logika, sehingga penilaian akan sebuah hubungan bisa lebih rasional. Barulah niatan untuk memutuskan sebuah pernikahan bisa diambil dengan segala pertimbangan.
Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat?
Berikut pedoman yang bisa kita jadikan tolak ukur apakah dia memang Mr Right :
Pada saat jatuh cinta (biasanya dalam 6 bulan pertama pacaran) logika seperti lumpuh, segala sesuatu terlihat indah, bahkan berbagai kekurangan pasangan malah terlihat lucu dan menggemaskan. Setelah masa itu selesai, cinta yang ada mulai bisa diajak bicara dengan logika, sehingga penilaian akan sebuah hubungan bisa lebih rasional. Barulah niatan untuk memutuskan sebuah pernikahan bisa diambil dengan segala pertimbangan.
Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat?
Berikut pedoman yang bisa kita jadikan tolak ukur apakah dia memang Mr Right :
Jumat, 21 September 2012
Lihatlah Siapa Temanmu
Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Wahai saudariku, demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petunjuk kepada kita agar senantiasa memilih teman-teman yang shalih dan waspada dari teman-teman yang buruk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh dengan dua permisalan ini dalam rangka menjelaskan bahwa seorang teman yang shalih akan memberikan manfaat bagi kita di setiap saat kita bersamanya. Sebagaimana penjual minyak wangi yang akan memberikan manfaat bagi kita, berupa pemberian minyak wangi, atau minimal jika kita duduk bersamanya, kita akan mencium bau wangi.
Manfaat Berteman dengan Orang yang Shalih
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ
الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ
يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ
مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ
ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti
penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak
wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli
darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai
besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan
mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)Wahai saudariku, demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petunjuk kepada kita agar senantiasa memilih teman-teman yang shalih dan waspada dari teman-teman yang buruk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh dengan dua permisalan ini dalam rangka menjelaskan bahwa seorang teman yang shalih akan memberikan manfaat bagi kita di setiap saat kita bersamanya. Sebagaimana penjual minyak wangi yang akan memberikan manfaat bagi kita, berupa pemberian minyak wangi, atau minimal jika kita duduk bersamanya, kita akan mencium bau wangi.
Manfaat Berteman dengan Orang yang Shalih
Kamis, 13 September 2012
Everlasting In Love
Jika
dua orang memang benar-benar saling menyayangi satu sama lain. Itu bukan berarti
mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua
memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi 'hadiah' yg hebat utk orang-orang
yg bersabar.
Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik, memperindah Akhlak, melayakkan diri untuk mendapatkan yang terbaik, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa sayang itu semakin besar, atau semakin memudar, karena hati bicara.
Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik, memperindah Akhlak, melayakkan diri untuk mendapatkan yang terbaik, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa sayang itu semakin besar, atau semakin memudar, karena hati bicara.
Ini proses, karena cinta bukan sekadar dari mata atau tampilan fisik saja. Proses mereka terbalik, mulai dari memiliki prinsip-prinsip, pemahaman-pemahaman yang baik, lantas hati dan otak akan mengolahnya, baru terakhir mata, telinga dan panca indera menjadi simbolisasi cinta tersebut.
Tetapi apapun cara dan prosesnya, jika akhirnya semua fase itu terlewati masih ada satu hal penting lain yg mengujinya. Yaitu kesementaraan.. Apakah cinta itu perasaan yang bersifat sementara ? Kabar buruknya ya. Jangan berdebat soal ini. Sehebat apapun cinta kita, pasti takluk oleh waktu. Tapi kabar baiknya, meski ia bersifat sementara, kita selalu memiliki kesempatan untuk membuatnya ‘abadi’, everlasting. Bagaimana caranya?
Kamis, 06 September 2012
Tidak Berlebihan Dalam Ibadah
Assalamu’alaikum..
Mengutip dari Kajian Dzuhur kemarin, ada dua topik menarik yang dibahas , semoga bermanfaat.
Tidak Berlebihan dalam Ibadah
Kajian Dzuhur kali ini disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi tentang Al iqtishadu fith tho'ah, atau tidak berlebihan dalam ibadah, bersumber dari Riyadush Shalihin dari Imam Nawawi.
Rujukan dari hal ini adalah dari Surat Thaha yang berarti “Tidaklah Al Qur'an diturunkan untuk menyusahkan”. Al Qur’an diturunkan untuk membahagiakan baik di Dunia maupun di Akhirat.

Rabu, 29 Agustus 2012
Komunikasi Efektif Suami Istri
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak
dijumpai pasangan suami istri yang terjebak dalam konflik
berkepanjangan, hanya karena sebab yang sepele dan remeh. Mereka tidak
mampu mengungkapkan keinginan dan perasaan secara lancar kepada
pasangannya, yang berdampak muncul salah paham dan memicu emosi serta
kemarahan pasangan. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak lancar,
sehingga berpotensi merusak suasana hubungan antara suami dengan istri.
Ternyata, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga. Gagal berkomunikasi bisa mengancam keutuhan sebuah keluarga, bahkan sampai ke tingkat perceraian. Sebenarnya apakah maksud komunikasi, dan bagaimana agar bisa berkomunikasi secara efektif kepada pasangan?
Makna Komunikasi
Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan atau perasaan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Komunikasi juga bermakna sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. (B S Wibowo, 2002).
Yang dimaksud dengan komunikasi efektif adalah sebuah bentuk komunikasi dimana pesan yang disampaikan berhasil mencapai sasaran dengan feedback (respon) yang sesuai dengan tujuan. Jika suami menghendaki “Aku ingin dibuatkan teh panas manis”, maka istri mengerti persis setingkat apa panasnya dan seperti apa tingkat kemanisannya. Jika istri membuatkan kopi pahit, maka jelas ini bentuk komunikasi yang terdistorsi secara berlebihan.
Jika istri menghendaki, “Aku ingin engkau perhatikan”, maka suami mengerti persis bentuk perhatian seperti apa yang diinginkan istri dan menyenangkan hati istri. Jika suami justru pergi meninggalkan rumah dengan marah, ini menandakan proses komunikasi yang terlalu jauh menyimpang.
Ternyata, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga. Gagal berkomunikasi bisa mengancam keutuhan sebuah keluarga, bahkan sampai ke tingkat perceraian. Sebenarnya apakah maksud komunikasi, dan bagaimana agar bisa berkomunikasi secara efektif kepada pasangan?
Makna Komunikasi
Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan atau perasaan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Komunikasi juga bermakna sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. (B S Wibowo, 2002).
Yang dimaksud dengan komunikasi efektif adalah sebuah bentuk komunikasi dimana pesan yang disampaikan berhasil mencapai sasaran dengan feedback (respon) yang sesuai dengan tujuan. Jika suami menghendaki “Aku ingin dibuatkan teh panas manis”, maka istri mengerti persis setingkat apa panasnya dan seperti apa tingkat kemanisannya. Jika istri membuatkan kopi pahit, maka jelas ini bentuk komunikasi yang terdistorsi secara berlebihan.
Jika istri menghendaki, “Aku ingin engkau perhatikan”, maka suami mengerti persis bentuk perhatian seperti apa yang diinginkan istri dan menyenangkan hati istri. Jika suami justru pergi meninggalkan rumah dengan marah, ini menandakan proses komunikasi yang terlalu jauh menyimpang.
Selasa, 28 Agustus 2012
10 Cara Mendeteksi Penyakit dari Tubuh Wanita
Jadi silakan, lihatlah lebih dekat.
KUKU
Jika Anda melihat garis-garis gelap di bawah kuku
Tahi lalat berukuran besar bukan satu-satunya pertanda kanker kulit — penyakit ini juga dapat berkembang di bawah kuku. Garis-garis berwarna kekuningan, coklat, atau hitam adalah tanda dari kerusakan sel, mungkin akibat melanoma (bentuk kanker kulit paling mematikan), ujar Ariel Ostad, M.D., dermatolog di New York City.
Dengan deteksi dini dan pengobatan, sekitar 95 persen kasus dapat disembuhkan, sehingga segera temui dokter kulit jika menemukan gejala tersebut.
Minggu, 12 Agustus 2012
Saat Memutuskan Untuk Berhijab dan Tak Pacaran
Banyak hal atau cerita yang mengilhami dan bisa mengubah hidup seseorang untuk berhijrah mengenakan Hijab, sampai saat ini begitu banyak cerita yang saya dengar dibalik peristiwa hijrahnya kawan dan kerabat untuk kembali kepada fitrahnya wanita yaitu mengenakan Hijab/Jilbab, dari yang hanya ikut ikutan sampai pada kisah yang monumental dalam kehidupan mereka begitupun saya.
Saya sendiri memutuskan untuk hijrah mengenakan Hijab/Jilbab, berawal dari
Langganan:
Postingan (Atom)






