Minggu, 13 Januari 2013

Laa Tahzan (Jangan Bersedih)




Jangan bersedih hati jika Allah tak memberi kita seseorang yang kita Impikan
Insya Allah DIA akan menghadirkan seseorang yang akan Memimpikan kita...

Jangan bersedih hati jika Allah tak mempertemukan kita dengan seseorang yang kita Rindukan
Insya Allah DIA akan mempertemukan kita dengan seseorang yang akan Merindukan kita...

Jangan bersedih hati jika Allah tak memberi kita seseorang yang kita Dambakan
Insya Allah DIA akan menghadirkan seseorang yang akan Mendambakan kita...

Kamis, 10 Januari 2013

Agar Anakmu Menjadi Penyejuk Hatimu

Kehadiran sang buah hati dalam sebuah rumah tangga bisa diibaratkan seperti keberadaan bintang di malam hari, yang merupakan hiasan bagi langit. Demikian pula arti keberadaan seorang anak bagi pasutri, sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia. Ini berarti, kehidupan rumah tangga tanpa anak, akan terasa hampa dan suram.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Qs.al-Kahfi: 46)

Bersamaan dengan itu, nikmat keberadaan anak ini sekaligus juga merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seorang hamba dalam kebinasaan.
 Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوّاً لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…” (Qs. At-Taghaabun:14)

Selasa, 08 Januari 2013

Engkau Akan Ditanya Berbagai Nikmat


Semoga kita dapat menjadi hamba yang bersyukur. Sungguh telah banyak nikmat yang telah Allah anugerahkan. Dan semua kelak akan ditanya, benarkah kita telah memanfaatkan nikmat tersebut dengan benar.
Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”  (QS. At Takatsur: 8).

Syaikh As Sa’di rahimahullah menerangkan,
Nikmat yang telah kalian peroleh di dunia, apakah benar kalian telah mensyukurinya, disalurkan untuk melakukan hak Allah dan tidak disalurkan untuk perbuatan maksiat? Jika kalian benar-benar bersyukur, maka kalian kelak akan mendapatkan nikmat yang lebih mulia dan lebih afdhol.
Atau kalian malah tertipu dengan nikmat tersebut? Malah kalian tidak mensyukurinya? Bahkan sungguh celaka, kalian malah memanfaatkan nikmat tersebut dalam kemaksiatan. 

Minggu, 18 November 2012

Katanya Cintaaaa

Terpecut oleh ucapan sahabat aku kemarin malam saat kami menghabiskan senja di depan rumah, ga biasanya dia ngomongin hal ini katanya “tahu gak sist, cinta itu butuh pembuktian sist agar terlihat kesungguhan kita, dan terbalas cinta kita” jika cinta kepada manusia saja butuh pembuktian baru bisa dianggap cinta apalagi cinta kepada ALLAH, Iya aku tersadar bahwa aku sering sekali mengatakan bahwa aku mencintai ALLAH, jangan jangan aku memang hanya pandai berucap gak mampu membuktikan :)

Ketika ini masih sering terulang dimana shalat dhuha aku cuma dua rakaat itupun dengan terburu buru karena ada kerjaan, ketika qiyamullail hanya dua rakaat inipun dengan kepala hampir jatuh tertidur karena ngantuk, shalat lima waktu? selalu diujung waktu, nyaris abis tuh waktu, dhuhur mepet ashar, ashar mepet magrib, magrib mepet isya dan isya jelang subuh, subuh ketiduran :) udah gitu milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar cepet selesai. gak pake doalah karena ALLAH tahu apa yang aku inginkan [parah], lipat sajadah dan kabur ngejar dunia :)

Senin, 29 Oktober 2012

Karena Hal Ini Kau Terpilih (Calon Istri)

Wanita memang identik dengan keindahan. Dari ujung rambut sampai kaki, semua menyimpan pesona. Namun mengapa sekarang ini banyak fenomena, dimana wanita banyak yang belum menemukan jodohnya?. Padahal mereka tidak cacat dalam raga, mereka juga banyak yang memiliki harta. Selain itu, mereka juga berpendidikan dan berstatus sosial tinggi.
Ketika akan menikah, seorang laki- laki memanglah pasti memiliki syarat bagi calon pendamping hidupnya. Dan ternyata, hal dunia tidak selalu menjadi prioritas mereka yang utama mereka dalam memilih wanita. Untuk menikah, tak hanya melulu soal kecantikan, dan keindahan raga. Akhlak yang baik, ilmu yang mumpuni serta kecerdasan adalah salah satu dari banyak hal lain yang mutlak diperlukan untuk pemenuhan syarat menikah.

Shalihah adalah keharusan

Minggu, 28 Oktober 2012

Siapakah Yang Harus Dipilih (Calon Suami)??


Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia dewasa. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.

Kamis, 27 September 2012

When I Meet Mr. Right

Pacaran bertahun-tahun tidak akan menjamin bahwa dia adalah pria yang tepat untuk kita. Ada pasangan yang hanya butuh waktu 6 bulan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi ada juga yang perlu waktu bertahun-tahun untuk sampai ke pernikahan. Itu pun ada juga yang akhirnya bubaran.

Pada saat jatuh cinta (biasanya dalam 6 bulan pertama pacaran) logika seperti lumpuh, segala sesuatu terlihat indah, bahkan berbagai kekurangan pasangan malah terlihat lucu dan menggemaskan. Setelah masa itu selesai, cinta yang ada mulai bisa diajak bicara dengan logika, sehingga penilaian akan sebuah hubungan bisa lebih rasional. Barulah niatan untuk memutuskan sebuah pernikahan bisa diambil dengan segala pertimbangan.

Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa ia memang pria yang tepat?


Berikut pedoman yang bisa kita jadikan tolak ukur apakah dia memang Mr Right :

Jumat, 21 September 2012

Lihatlah Siapa Temanmu

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)
Wahai saudariku, demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan petunjuk kepada kita agar senantiasa memilih teman-teman yang shalih dan waspada dari teman-teman yang buruk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh dengan dua permisalan ini dalam rangka menjelaskan bahwa seorang teman yang shalih akan memberikan manfaat bagi kita di setiap saat kita bersamanya. Sebagaimana penjual minyak wangi yang akan memberikan manfaat bagi kita, berupa pemberian minyak wangi, atau minimal jika kita duduk bersamanya, kita akan mencium bau wangi.
Manfaat Berteman dengan Orang yang Shalih

Kamis, 13 September 2012

Everlasting In Love

Jika dua orang memang benar-benar saling menyayangi satu sama lain. Itu bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi 'hadiah' yg hebat utk orang-orang yg bersabar.

Sementara kalau waktunya belum tiba, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik, memperindah Akhlak, melayakkan diri untuk mendapatkan yang terbaik, menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa sayang itu semakin besar, atau semakin memudar, karena hati bicara.



Ini proses, karena cinta bukan sekadar dari mata atau tampilan fisik saja. Proses mereka terbalik, mulai dari memiliki prinsip-prinsip, pemahaman-pemahaman yang baik, lantas hati dan otak akan mengolahnya, baru terakhir mata, telinga dan panca indera menjadi simbolisasi cinta tersebut.

Tetapi apapun cara dan prosesnya, jika akhirnya semua fase itu terlewati masih ada satu hal penting lain yg mengujinya. Yaitu kesementaraan.. Apakah cinta itu perasaan yang bersifat sementara ? Kabar buruknya ya. Jangan berdebat soal ini. Sehebat apapun cinta kita, pasti takluk oleh waktu. Tapi kabar baiknya, meski ia bersifat sementara, kita selalu memiliki kesempatan untuk membuatnya ‘abadi’, everlasting. Bagaimana caranya?

Kamis, 06 September 2012

Tidak Berlebihan Dalam Ibadah





Assalamu’alaikum..

Mengutip dari Kajian Dzuhur kemarin, ada dua topik menarik yang dibahas , semoga bermanfaat.

Tidak Berlebihan dalam Ibadah
Kajian Dzuhur kali ini disampaikan oleh Ustadz Muhsinin Fauzi tentang Al iqtishadu fith tho'ah, atau tidak berlebihan dalam ibadah, bersumber dari Riyadush Shalihin dari Imam Nawawi.

Rujukan dari hal ini adalah dari Surat Thaha yang berarti “Tidaklah Al Qur'an diturunkan untuk menyusahkan”. Al Qur’an diturunkan untuk membahagiakan baik di Dunia maupun di Akhirat.